Indonesia itu surganya makanan. Dari Sabang sampai Merauke, tiap daerah punya kuliner khas yang gak cuma enak tapi juga sarat makna budaya. Tapi sayangnya, gak semua kuliner tradisional bisa bertahan di tengah gempuran makanan modern dan tren viral yang datang silih berganti. Banyak banget makanan tradisional Indonesia yang hampir punah, pelan-pelan ditinggal generasi sekarang karena dianggap “jadul” atau terlalu ribet cara buatnya.
Padahal, makanan tradisional itu bukan cuma tentang rasa—tapi juga soal cerita, identitas, dan warisan nenek moyang kita. Kalau gak dilestarikan, mereka bisa benar-benar hilang dan tinggal jadi cerita di buku sejarah. Nah, daripada nyesel di kemudian hari, yuk kita kenalan lebih dekat dengan deretan makanan lokal yang nyaris punah tapi masih bisa kita selamatkan.
Siapa tahu, setelah baca ini, kamu jadi salah satu orang yang ikut bantu hidupin lagi makanan-makanan legendaris ini!
1. Kue Rangi – Legit, Renyah, dan Mulai Terlupakan
Asal Betawi, kue rangi dulu jadi jajanan anak sekolah dan favorit saat sore hari. Terbuat dari campuran tepung sagu dan kelapa parut, dimasak pakai cetakan khusus dan disajikan dengan saus gula merah kental yang harum banget.
Sayangnya, kue ini mulai susah dicari, bahkan di Jakarta sendiri. Penjualnya jarang, alat masaknya pun gak umum lagi. Padahal, rasanya legit banget dan beda dari snack kekinian.
Kenapa bisa punah:
- Alat cetak sulit ditemukan
- Proses bikin manual dan harus sabar
- Gak dianggap ‘estetik’ buat media sosial
Padahal, kalau dikemas ulang dengan visual yang menarik dan sentuhan modern, kue rangi ini punya potensi viral juga lho!
2. Lepet Jagung – Jajanan Lembut dari Luar Jawa
Lepet jagung adalah makanan khas daerah timur Indonesia, khususnya Sulawesi dan Nusa Tenggara. Bahannya dari jagung muda yang diparut, dicampur kelapa dan sedikit gula, lalu dibungkus daun jagung dan dikukus.
Teksturnya lembut dan rasa manisnya alami banget. Tapi generasi sekarang lebih kenal corn dog daripada lepet jagung, padahal ini cemilan sehat dan alami banget.
Penyebab mulai dilupakan:
- Jarang diperkenalkan ke anak muda
- Gak banyak dijual di toko atau pasar modern
- Saingan berat sama makanan kekinian
Padahal dengan branding “snack vegan lokal”, lepet jagung bisa punya tempat di hati pasar sehat lho!
3. Clorot – Manis Manja dari Jawa Tengah
Clorot adalah jajanan manis dari tepung beras dan gula merah, dibungkus daun kelapa muda yang dibentuk seperti kerucut. Rasanya mirip dodol tapi lebih ringan, teksturnya lembut banget.
Dulu clorot banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Tapi sekarang? Langka banget. Anak-anak muda bahkan banyak yang belum pernah lihat bentuknya, apalagi nyobain rasanya.
Penyebab hampir punah:
- Bahan bungkus alami mulai sulit
- Proses membentuk kerucutnya rumit
- Gak populer di kalangan anak muda
Bisa banget loh clorot ini dipopulerkan lagi lewat festival kuliner atau dijadikan menu ‘heritage’ di cafe bertema tradisional.
4. Kue Putu Mayang – Estetik Tapi Terpinggirkan
Kalau dilihat sekilas, putu mayang itu sebenernya udah Instagrammable dari sananya. Bentuknya seperti mi warna-warni yang disusun melingkar, disajikan dengan saus santan gula merah yang creamy dan legit.
Tapi, eksistensinya sekarang udah mulai menghilang. Padahal ini jajanan legendaris dari Betawi dan sebagian Jawa, yang dulu jadi primadona di pasar kue basah.
Kenapa mulai dilupakan:
- Saingannya banyak di dunia dessert
- Versi modern belum banyak dibuat
- Gak terlalu sering muncul di konten sosmed
Kalau disajikan dalam jar mini kekinian atau box bening, putu mayang ini punya potensi comeback besar!
5. Gathot – Makanan dari Singkong Fermentasi
Dari Jawa Tengah dan DIY, gathot adalah singkong yang difermentasi lalu dikukus. Warna hitam gelap, rasa asam manis, dan teksturnya kenyal banget. Biasanya dimakan pakai kelapa parut dan gula.
Gathot ini kaya serat dan unik banget. Tapi karena penampilannya kurang ‘mainstream’, makanan ini jarang disukai generasi muda.
Penyebab tergerus zaman:
- Butuh proses fermentasi lama
- Gak masuk ke selera visual Gen Z
- Dianggap makanan “orang tua”
Bisa banget gathot diangkat lagi sebagai menu khas Jawa Timur atau DIY yang menyehatkan dan kaya sejarah.